Ikuti Survei Pemahaman Berita Korupsi

Ya, Lanjutkan | Tidak, Terimakasih

Portal InfoPublik - PINTU KEDUA INDONESIA-MALAYSIA DI KALBAR RESMI DIBUKA

PINTU KEDUA INDONESIA-MALAYSIA DI KALBAR RESMI DIBUKA

Oleh

Senin, 03 Januari 2011 | 20:11

+ | Normal | -

 

Singkawang, 3/1/2011 (Kominfo-Newsroom) Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk, Kalimantan Barat, resmi dibuka sejak 1 Januari. Dengan terbukanya pintu kedua Indonesia-Malaysia ini diharapkan mampu mengurangi kesulitan masyarakat perbatasan.

     Bupati Sambas Burhanuddin A Rasyid pada acara peresmian pembukaan PPLB Aruk mengucapkan rasa syukur dan bangga atas terwujudnya pembukaan pintu kedua Indonesia-Malaysia. “Alhamdulillah 15 tahun lalu kami berjuang, akhirnya hari ini Allah SWT  mewujudkannya,” tuturnya.

Tujuan utama pembangunan pintu perbatasan ini, kata Burhanuddin, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sambas, terutama mereka yang berada di sekitar perbatasan. “Tidak hanya peningkatan kerjasama dan ekonomi dua negara (Indonesia-Malaysia) bahkan tiga negara, ditambah Brunei Darussalam,” katanya.

Burhanuddin sadar, selama ini masyarakat perbatasan memang terbelakang. Namun situasi itu sudah mulai bergeser. Menurutnya, ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat sudah kian maju. Peningkatan terjadi seiring rencana pembukaan PPLB Aruk.

“Memang dulu masyarakat perbatasan paling terbelakang dalam segala hal. Sekarang kondisinya mulai terbalik,” ungkapnya.

Pada awal menjabat sebagai bupati, ungkapnya, di Kec. Sajingan hanya ada satu sekolah dasar, tidak ada dokter dan pendapatan perkapitanya paling rendah. Sekarang, di Sajingan sudah berdiri SMP, SMA dan SMK, empat dokter serta kecamatan yang pendapatan perkapitanya paling tinggi di Sambas.

“Pendidikan di Sajingan dulu paling jelek, sekarang berada di posisi empat. Perkapita dulu terendah, sekitar Rp5 ribu, sekarang paling tinggi di Sambas dengan Rp9 ribu lebih,” papar Burhanuddin bangga.

Untuk infrastruktur, Burhanuddin meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Februari tahun ini pembangunan jalan dari Pemangkat – Tebas dan Sambas – Sajingan mulai dibangun. Tender di pusat sudah dilakukan, jadwalnya pertengahan 2012 jalan berlumpur tidak lagi ditemukan, sudah berganti aspal.

“Bukan lagi rencana tapi sudah ditetapkan. Tidak lama lagi jalannya mulai dikerjakan,” jelasnya.

Acting Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching, Rafael Walangitan mengatakan, dibukanya pintu perbatasan ini yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat perbatasan. Pembangunan ekonomi di wilayah terdekat dan arus barang semakin lancar.

“Dengan sendirinya masyarakat sekitar perbatasan yang menikmatinya,” katanya.

Selama ini masyarakat di sekitar perbatasan memang kerap ke Malaysia. Karena tidak ada PPLB mereka menempuh cara ilegal. “Sekarang istilah jalan tikus harus tidak ada lagi. Semuanya dapat masuk dengan cara benar,” ujarnya.

PPLB Aruk, lanjutnya, sebagai jalur alternatif. Sejak 1992, orang yang hendak ke Malaysia atau sebaliknya hanya melalui Entikong. Sekarang tidak lagi, ada pilihan tergantung jarak tempuh dan tujuan.

“Pintu lintas batas ini bukan menghambat, tapi mempermudah kita semua,” ujarnya.

Ketua KK Sosek Malindo Kalbar, Fathan A Rasyid mengutarakan, pembukaan PPLB Aruk ini sudah diperjuangkan di tingkat pusat sejak 1983 dan dilanjutkan antara Kalbar-Sarawak pada 1984. Namun baru terwujud setelah 26 tahun. “Entikong hanya delapan tahun sudah langsung dibuka, kita membutuhkan waktu lebih lama. Ini tidak terlepas dari upaya bersama semua pihak di Indonesia dan komitmen antara Indonesia-Malaysia,” jelasnya.

Dengan adanya dua pintu tersebut akan berdampak pada kemajuan semua sektor termasuk pariwisata. Orang dapat berkeliling dari Entikong – Malaysia dan keluar dari Aruk. “Atau sebaliknya masuk dari Aruk keluar ke Entikong. Orang tidak sekedar melintas tapi banyak yang ingin berwisata,” tukasnya.

Mantan Anggota DPRD Sambas Kadir A Azis, mengatakan, pembukaan PPLB Aruk merupakan perjuangan panjang Pemkab Sambas. Dia mengapresiasi perjuangan Bupati Sambas yang tidak kenal lelah. “Harus saya akui ini tidak lepas dari perjuangan bupati. Bukan untuk memuji tapi sebagai rasa terimakasih dari masyarakat,” tuturnya.

Perjuangan memajukan kawasan Sajingan telah dimulai sejak zaman Bupati Sambas Syafei Djamil pada 1992. Ketika itu orientasi masyarakat perbatasan selalu ke Malaysia. Kemudian dicetuskan Program Gerbangmas Perkasa. Gerakan Pembangunan Masyarakat Perbatasai Kaliaruk, Sebunga dan Sajingan ini dengan memadukan berbagai sektor pembangunan. Tujuan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. (MC Singkawang/rm)

Share |
Belum ada komentar untuk berita ini
  • Nama
  • Email (email akan dirahasiakan)
  • Website / Blog
  • Komentar
  • Kode
  •  Reload Image

Berita Terkini

[Indeks]

Sabtu, 25 Mei 2013 | 16:36

BNP2TKI Gagas Indonesia Incorporated Siapkan TKI Profesional

Bogor, InfoPublik - Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Informasi BNP2TKI Benyamin Suproyogo mengatakan bahwa gagasan ‘Indonesia Incorporated’ tentang multisinergi antara sektor government dengan sektor perusahaan, baik swasta nasional ataupun BUMN perlu ditumbuhkembangkan dalam mengelola dan mewujudkan suatu penyiapan SDM calon TKI berkualitas berbasis kompetensi dan uji kompetensi.

Berita Populer

[Indeks]

Jabar Terbaik Hasil UN SMA, 1 Siswa Tidak Lulus

Jakarta, InfoPublik - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh merilis data angka-angka ketidaklulusan Ujian Nasional (UN) siswa  tingkat SMA untuk tahun ajaran 2012/2013.

Kenal Indonesia


Danau Maninjau berada di kabupaten?

jawab »