Kesehatan Supir Bus Diperiksa di Terminal
Oleh PSO AntaraRabu, 15 Agustus 2012 | 17:29
Tasikmalaya, InfoPublik - Seratus supir bus diperiksa kondisi kesehatannya oleh petugas tim medis di terminal Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/8), untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada musim arus mudik dan balik hari raya Lebaran. Kepala Seksi Kesehatan Khusus Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Suroyo mengatakan pemeriksaan kesehatan supir bertujuan agar saat mengendarai bus dalam keadaan sehat tidak dalam pengaruh sakit atau zat berbahaya. "Saat mengemudi harus dalam keadaan sehat makanya pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk antisipasi terjadinya kecelakaan," kata Suroyo. Pemeriksaan tersebut melibatkan petugas Dinas Kesehatan kerjasama dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Tasikmalaya, dengan menerjunkan 10 petugas medis dan 15 petugas dinas perhubungan.
Supir yang menjalani pemeriksaan meliputi pengambilan urine dan pemeriksaan menggunakan alat detektor untuk mengetahui tekanan darah dan tidaknya mengkonsumsi alkohol. Jika terdapat supir dalam keadaan kurang sehat seperti tekanan darah tidak normal serta terindikasi mengkonsumsi zat berbahaya atau alkohol, maka supir dilarang mengemudikan bus. Pihak dinas kesehatan, kata Suroyo merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan untuk melarang supir yang kurang sehat membawa kendaraan bus muatan penumpang. "Kalau ditemukan supir kurang sehat bisa berbahaya saat mengemudi, makanya kami merekomendasikan untuk mengganti supir bersangkutan," katanya. Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya, Asep Burhan mengatakan pemeriksaan kondisi kesehatan supir dilakukan setiap musim mudik hari raya Lebaran. Ia berharap pemeriksaan kesehatan dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang disebabkan supir kurang sehat atau karena pengaruh minuman alkohol dan jenis zat berbahaya lainnya. "Kalau ditemukan ada supir mengkonsumsi alkohol atau narkoba, kita langsung meminta kepada perusahaannya untuk ganti supir yang lain," katanya.(dry)
Supir yang menjalani pemeriksaan meliputi pengambilan urine dan pemeriksaan menggunakan alat detektor untuk mengetahui tekanan darah dan tidaknya mengkonsumsi alkohol. Jika terdapat supir dalam keadaan kurang sehat seperti tekanan darah tidak normal serta terindikasi mengkonsumsi zat berbahaya atau alkohol, maka supir dilarang mengemudikan bus. Pihak dinas kesehatan, kata Suroyo merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan untuk melarang supir yang kurang sehat membawa kendaraan bus muatan penumpang. "Kalau ditemukan supir kurang sehat bisa berbahaya saat mengemudi, makanya kami merekomendasikan untuk mengganti supir bersangkutan," katanya. Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya, Asep Burhan mengatakan pemeriksaan kondisi kesehatan supir dilakukan setiap musim mudik hari raya Lebaran. Ia berharap pemeriksaan kesehatan dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang disebabkan supir kurang sehat atau karena pengaruh minuman alkohol dan jenis zat berbahaya lainnya. "Kalau ditemukan ada supir mengkonsumsi alkohol atau narkoba, kita langsung meminta kepada perusahaannya untuk ganti supir yang lain," katanya.(dry)
Berita Terkini
[Indeks]
Jum'at, 24 Mei 2013 | 22:00
DPR Berharap Pemerintah Dapat Selesaikan Masalah Papua
Jakarta, InfoPublik - Komisi I DPR menilai perlunya suatu landasan kokoh untuk memulai proses penyelesaian isu Papua secara komprehensif dan damai.
Berita Populer
[Indeks]
Jabar Terbaik Hasil UN SMA, 1 Siswa Tidak Lulus
Jakarta, InfoPublik - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh merilis data angka-angka ketidaklulusan Ujian Nasional (UN) siswa tingkat SMA untuk tahun ajaran 2012/2013.

