Ikuti Survei Pemahaman Berita Korupsi

Ya, Lanjutkan | Tidak, Terimakasih

Portal InfoPublik - 15 Negara Asia-Afrika Belajar Perikanan di Indonesia

15 Negara Asia-Afrika Belajar Perikanan di Indonesia

Oleh Baheramsyah

Senin, 07 Mei 2012 | 15:47

+ | Normal | -

Jakarta, InfoPublik - Sebanyak 15 negara sahabat di kawasan Asia Fasifik, Afrika dan Melanesian Spearhead Group, mengikuti pelatihan internasional bidang perikanan di Indonesia. Ajang pelatihan internasional ini sebagai bentuk implementasi komitmen Indonesia dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan tersebut melalui skema Kerja Sama Selatan – Selatan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, kegiatan penyelenggaraan pelatihan ini atas kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Luar negeri RI yang ditujukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM Indonesia dan negara sahabat, perluasan jejaring kerja sama, serta bentuk dukungan KKP terhadap politik luar negeri Indonesia.

Adapun tujuan khusus pelatihan tersebut yakni meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seluruh peserta mengenai budidaya ikan air tawar dan pengolahan hasil perikanan di masing-masing negara, kata Sharif di Jakarta, Senin (7/5).

Ditambahkan, dua program bantuan kerja sama teknik Pemerintah Indonesia di bawah kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS), yakni International Training Program on Freshwater Aquaculture for Asian, Pacific, and African Countries, dan International Training Program on Fisheries Processing Product for Melanesian Spearhead Group (MSG) Countries/Members.

Pelatihan mengenai pengolahan produk hasil perikanan, antara lain International Training on Fisheries Processing Product for MSG Countries.

Pelatihan ini akan diselenggarakan pada tanggal 7-17 Mei 2012 di Akademi Perikanan Sidoarjo, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDM KP. Diikuti oleh delapan peserta dari Fiji, Papua New Guinea, Solomon Island, dan Vanuatu, serta lima orang dari Indonesia.

Pelatihan internasional ini merupakan langkah nyata komitmen Indonesia dalam berbagai forum bilateral, regional, dan multilateral untuk memberikan program kerja sama teknik bagi negara-negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, dan anggota MSG.

Harapan kami, kata Sharif, pelatihan internasional ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran perspektif, ide, dan pengalaman peserta, transfer teknologi, serta peningkatan pemahaman tentang kapasitas Indonesia dalam menangani kedua bidang tersebut.

Ia menambahkan, saat ini tingkat konsumsi ikan masih rendah di sebagian besar negara-negara berkembang. Untuk itu, dibutuhkan suatu solusi jitu yang tidak hanya meningkatkan produksi karena dapat mengakibatkan over produksi, sementara tingkat konsumsinya masih rendah.

Hal itu perlu dibarengi dengan peningkatan nilai tambah,seperti melalui proses pengolahan yang menghasilkan produk perikanan yang berkualitas. Artinya, selain tingkat konsumsi meningkat, pendapatan negara-negara tersebut dapat meningkat pula melalui ekspor produk olahan yang bernilai jual lebih tinggi daripada ikan dalam bentuk utuh, tambahnya.

Atas dasar itu dibutuhkan suatu perencanaan bisnis yang ‘matang’ dalam mengelola industri perikanan,yang berkelanjutan..Keberhasilan Indonesia dalam pengembangan perikanan merupakan salah satu kapasitas unggul Indonesia yang telah diakui secara luas di seluruh dunia. Dalam hal ini, ikan nila dan lele, sebagai dua dari enam komoditas unggulan yang dicanangkan KKP, dianggap telah memenuhi kriteria dan dapat menjadi salah satu jawaban untuk negara-negara tersebut dalam menjamin ketahanan pangan mereka.

Dikatakannya, guna menghasilkan produk pengolahan tersebut diperlukan ketersediaan jumlah ikan yang cukup, yang tidak hanya didapat dari laut, dibutuhkan ketrampilan dalam membudidayakan ikan dengan perkembangbiakan yang banyak, kualitas unggul, masa panen yang pendek, ketahanan terhadap penyakit yang dapat dengan mudah diperoleh dan dikonsumsi oleh masyarakat di negara-negara berkembang dengan berbagai prestasi dan capaiannya.

KKP kata dia, bersama Kemenlu menindaklanjuti melalui pelatihan di bidang kelautan dan perikanan serta Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) yang telah dilaksanakan sejak 2008 lalu.

Sebagai upaya pembinaan dan pendampingan SDM KP kepada pelaku usaha perikanan skala kecil agar dapat mandiri dan berdaya saing, KKP pada tahun 2012 juga telah menyiapkan sebanyak 8.000 orang tenaga penyuluh perikanan.

Jumlah penyuluh mengalami peningkatan sebesar 33,3 persen dibanding pada tahun 2011 sebesar 6.000 orang. Ditargetkan pada tahun 2013 akan dibiayai tenaga penyuluh sebanyak 12 ribu orang dan 15 ribu orang pada tahun 2014. Upaya-upaya pengembangan dan penguatan SDM yang dilakukan dalam mendukung industrialisasi perikanan salah satunya dilakukan Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) yang telah menghasilkan lulusan sejak 1996 sampai dengan 2011 sebanyak 1.100 orang alumni dan telah bekerja baik sebagai tenaga profesional dan wiraswasta sesuai dengan kompetensi dan keahliannya.(rm)

Share |
Belum ada komentar untuk berita ini
  • Nama
  • Email (email akan dirahasiakan)
  • Website / Blog
  • Komentar
  • Kode
  •  Reload Image

Berita Terkini

[Indeks]

Sabtu, 18 Mei 2013 | 18:06

Seminar dan Workshop Matematika Kreatif Bagi PAUD

Sorong, Infopublik – Pelajaran Matematika merupakan salah bidang studi yang sangat penting selain mata pelajaran lainnya, tapi tidak semua siswa menyukai pelajaran tersebut dan bahkan merasa  seolah-olah sangat ditakuti ketika berhadapan dengan sejumlah materi dari pelajaran tersebut.

Berita Populer

[Indeks]

Mendidik Anak Dengan Pola Bermain Cerita dan Lagu

Gianyar, InfoPublik - Mendidik anak usia dini harus terapkan pola Bermain, Cerita dan Lagu (BCL), karena pola tersebut lebih tepat digunakan daripada dengan pendidikan formal atau semacamnya.

Kenal Indonesia


Danau Maninjau berada di kabupaten?

jawab »