Aksi Damai Anti Kekerasan di Kota Solo
Oleh MC Monumen PersSenin, 07 Mei 2012 | 10:27
Solo, InfoPublik – Sejumlah aksi damai mengkampanyekan antianarkisme digelar pada Minggu (6/5) pagi di arena Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi untuk menentang peristiwa kekerasan yang terjadi beberapa hari terakhir di Jalan RE Martadinata, belum lama ini.
Aksi Solo Damai Anti Kekerasan digelar oleh Komunitas Republik Aeng-aeng di kawasan Sriwedari. Dalam aksi tersebut, ratusan warga pengunjung CFD memberikan tanda tangan dan pesan perdamaian.
Salah satu pengunjung CFD, Wibowo Suryo, berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Sebenarnya Warga Solo itu cinta damai. Masyarakat nggak tahu dari awal penyebabnya apa, tapi masyarakat ikut merasakan akibatnya,” katanya seusai memberikan tanda tangan.
Kampanye anti kekerasan juga digelar Pemuda Pancasila (PP) di kawasan CFD. Sekitar 200 anggota PP turun ke jalan menolak segala tindak kekerasan. Mereka melakukan long march menyusuri Jalan Slamet Riyadi, mulai dari Purwosari dan diakhiri di Bundaran Gladag.
Mereka membelah kepadatan pengunjung CFD sambil membawa spanduk bertuliskan “Jangan Biarkan Anarkisme di Kota Solo”. Perhatian pengunjung CFD banyak tertuju pada mereka saat rombongan ini melitas.
Di bawah jembatan penyebrangan kawasan Sriwedari tempat aksi pengumpulan tanda tangan, rombongan PP berhenti dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Lagu perjuangan tersebut seolah menggugah Warga Solo pengunjung CFD untuk kembali menciptakan situasi Solo yang damai.
Di sela-sela aksi, Sekretaris DPC PP Solo, Sigit Kusdaryatmo, mengatakan pihaknya tidak ingin kondusivitas Kota Solo dicemari dengan tindakan anarkis. Dan aksi itu dimaksudkan untuk menyampaikan suara-suara perdamaian. “PP sebagai komponen bangsa merasa terpanggil untuk menyerukan perdamaian dan memberi sedikit rasa aman,” ujarnya. (MC MPN Solo/toeb)
Aksi Solo Damai Anti Kekerasan digelar oleh Komunitas Republik Aeng-aeng di kawasan Sriwedari. Dalam aksi tersebut, ratusan warga pengunjung CFD memberikan tanda tangan dan pesan perdamaian.
Salah satu pengunjung CFD, Wibowo Suryo, berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Sebenarnya Warga Solo itu cinta damai. Masyarakat nggak tahu dari awal penyebabnya apa, tapi masyarakat ikut merasakan akibatnya,” katanya seusai memberikan tanda tangan.
Kampanye anti kekerasan juga digelar Pemuda Pancasila (PP) di kawasan CFD. Sekitar 200 anggota PP turun ke jalan menolak segala tindak kekerasan. Mereka melakukan long march menyusuri Jalan Slamet Riyadi, mulai dari Purwosari dan diakhiri di Bundaran Gladag.
Mereka membelah kepadatan pengunjung CFD sambil membawa spanduk bertuliskan “Jangan Biarkan Anarkisme di Kota Solo”. Perhatian pengunjung CFD banyak tertuju pada mereka saat rombongan ini melitas.
Di bawah jembatan penyebrangan kawasan Sriwedari tempat aksi pengumpulan tanda tangan, rombongan PP berhenti dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Lagu perjuangan tersebut seolah menggugah Warga Solo pengunjung CFD untuk kembali menciptakan situasi Solo yang damai.
Di sela-sela aksi, Sekretaris DPC PP Solo, Sigit Kusdaryatmo, mengatakan pihaknya tidak ingin kondusivitas Kota Solo dicemari dengan tindakan anarkis. Dan aksi itu dimaksudkan untuk menyampaikan suara-suara perdamaian. “PP sebagai komponen bangsa merasa terpanggil untuk menyerukan perdamaian dan memberi sedikit rasa aman,” ujarnya. (MC MPN Solo/toeb)
Berita Terkait
- Belum ada berita terkait
Berita Terkini
[Indeks]
Sabtu, 18 Mei 2013 | 18:06
Seminar dan Workshop Matematika Kreatif Bagi PAUD
Sorong, Infopublik – Pelajaran Matematika merupakan salah bidang studi yang sangat penting selain mata pelajaran lainnya, tapi tidak semua siswa menyukai pelajaran tersebut dan bahkan merasa seolah-olah sangat ditakuti ketika berhadapan dengan sejumlah materi dari pelajaran tersebut.

