Masyarakat Mantoman Singkawang Membuka Jalan Terisolir Secara Swadaya
Oleh MC Kota SingkawangJum'at, 13 Mei 2011 | 12:49
Singkawang, Info Publik Akses jalan sangat dibutuhkan bagi masyarakat Mantoman Dalam, Kota Singkawang, karena anak-anak mereka yang bersekolah di SD 11 Singkawang Selatan harus melewati hutan dan jalan tikus dengan jarak kurang lebih 4 km berjalan kaki.
Bahkan jika musim musim hujan tiba, tidak jarang bahwa sepatu para siswa-siswi SD tersebut hanya dapat digunakan setelah mereka sampai di sekolah.
“Kondisi jalan yang terisolir itulah, yang mengilhami warga Mantoman untuk membuka dan melebarkan jalan bawah sebagai penghubung ke Tainam Kelurahan Nyarumkop,” kata Marjo, Ketua RT yang juga Ketua Komunitas Adat, saat dijumpai di rumahnya.
Bahkan ia berceritera bahwa dengan kondisi jalan di perbukitan yang biasanya mereka lalui, beberapa kali telah merenggut nyawa.
Tahun 2010 yang lalu, mereka mengajukan proposal bahan kontak pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dilengkapi data dan alamat yang telah disepakati secara musyawarah mufakat dengan jenis kegiatan sarana jalan lingkungan yang sangat dibutuhkan oleh warga.
Bantuan yang bersumber dari APBD Kota Singkawang tahun 2010 dikucurkan untuk pembuatan jalan padat karya dan pelebaran jalan Mantoman.
Jumlah bantuan yang diterima sebesar Rp35 juta tersebut kemudian dimanfaatkan warga, dan mulai bekerja dari Januari dan selesai bulan Maret 2011 lalu. Secara gotong royong pelebaran jalan itupun selesai dikerjakan.
Untuk mengenang kerja keras warga, maka jalan tersebut diberi nama Jalan Mandala Sejahtera (Mantoman Dalam), dan di bawah tugu jalan bertuliskan Sempakang Sebayo Diri, yang artinya apabila jalan ini bagus akan membawa kesejahteraan bagi warga Mantoman Dalam.
Peresmian jalan swadaya dan syukuran warga dilakukan oleh warga Mantoman bersama Walikota Singkawang Hasan Karman, Kamis (12/5).
Peresmian itu juga dihadiri Kepala SKPD, Ketua Komisi C DPRD Kota Singkawang Tasman, Camat Singkawang Timur P.O. Koni, dan Lurah Nyarumkop Nuniek Surasmi.
Walikota Singkawang Hasan Karman bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada warga Mantoman yang secara swadaya dan swakelola dapat membuat jalan.
”Ini merupakan hasil kerja keras dan kehendak bersama warga Mantoman, patut kita syukuri. Pembangunan akan terus berlangsung, mari bersama-sama kita berbuat untuk pembangunan” katanya.
Walikota berharap, dengan dibukanya akses ini dapat memudahkan akses masyarakat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan. Dia juga mengimbau kepala SKPD untuk memperhatikan warga komunitas Adat yang ada disini, baik pendidikan, kesehatan, pertanian dan sarana pemukimannya.
Mantoman merupakan satu-satunya Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kota Singkawang yang mendapat program pemberdayaan dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.
Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Mantoman dimulai sejak tahun 2006 sampai dengan 2009. Anggaran yang bersumber dari APBN Dekonsentrasi dikucurkan dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi Kalbar, untuk studi kelayakan dan observasi lapangan, bantuan sarana pemukiman, dan pembukaan jalan (jalan atas lewat bukit pandering).
Juga untuk pembangunan gereja dan balai pertemuan, bantuan peralatan dapur, bantuan peningkatan usaha ekonomi produktif (bibit karet, tanaman sayuran dan ternak sapi), bantuan jaminan hidup (sembako), dan bantuan operasional untuk kelembagaan adat ”padagi olek” Mantoman berupa kesekretariatan.
Komunitas Adat Terpencil (KAT) merupakan rangkaian upaya pembangunan yang ditujukan agar masyarakat dapat tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat yang mandiri dalam berbagai hal. (MC Singkawang/toeb)
Berita Terkait
- Belum ada berita terkait
Berita Terkini
[Indeks]
Kamis, 23 Mei 2013 | 22:33
Indonesia Selenggarakan SFOM APEC 2013 di Manado
Jakarta, InfoPublik - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan APEC Senior Finance Officials' Meeting (SFOM) and Workshop on Financial Inclusion pada tanggal 22-24 Mei 2013 di Manado, Sulawesi Utara.
Berita Populer
[Indeks]
Pelunasan BPIH 2013 Mulai 22 Mei Hingga 12 Juni
Jakarta, InfoPublik - Kementerian Agama menyatakan waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434H/2013M atau ongkos naik haji bagi calon jamaah haji yang telah memperoleh porsi berangkat haji ditetapkan mulai Rabu (22/5) sampai dengan 12 Juni 2013.

