Ikuti Survei Pemahaman Berita Korupsi

Ya, Lanjutkan | Tidak, Terimakasih

Portal InfoPublik - Minarak Lapindo Belum Bangun Infrastruktur Daerah Terdampak

Minarak Lapindo Belum Bangun Infrastruktur Daerah Terdampak

Oleh R.M. Goenawan, Sinar Goro Belawan

Senin, 23 April 2012 | 16:25

+ | Normal | -

Sidoarjo, InfoPublik - Kepala Humas dan Protokol Sidoarjo Siswojo mengatakan, PT Minarak Lapindo hingga kini belum membangun infrastruktur daerah terdampak seperti jalan desa, rumah ibadah, dan sekolah swasta.

“PT Minarak Lapindo Jaya hingga saat ini belum melakukan pembangunan infrastruktur pada daerah terdampak akibat bencana lumpur di Porong, PT Minarak baru melakukan pembayaran uang muka ganti rugi 20 persen kepada masyarakat korban lumpur Lapindo,” kata Siswojo di Sidoarjo, Senin (23/4).

Siswojo juga mengatakan, dampak yang diakibatkan luapan lumpur lapindo adalah tenggelamnya jalan kabupaten sepanjang 15,8 km, rusaknya saluran irigasi tersier dan sekunder sepanjang 3,15 km di kecamatan Porong dan Jabon. Tenggelamnya infrastruktur desa seperti jalan desa, balai desa, tempat ibadah, makam desa, sarana dan perasaran pendidikan yang dikelola swasta maupun pemerintah.

“Sekolah negeri memang sudah dibangun kembali melalui bantuan pemerintah Jepang setelah difasilitasi Pemkab Sidoarjo, namun sekolah swasta dan pesantren hingga kini belum dibangun oleh PT Minarak sebagai wujud tanggung jawabnya,” katanya.

Menurut Siswojo, dampak ekonomi yang ditimbulkan dari luapan lumpur sangat besar seperti terendamnya lahan pertanian seluas 339,66 hektare dan lahan yang terkena dampak seluas 154,02 ha.

Selain itu, kawasan tambak yang terkena dampak akibat pembuangan lumpur ke Sungai Porong dan Sungai Alo seluas 6.720,84 ha. Juga terendamnya lahan usaha mikro kecil dan menengah sebanyak 2.335 usaha serta 21 perusahaan besar.

Pemkab Sidoarjo telah menetapkan langkah kebijakan pengembangan kawasan bencana lumpur sesuai dengan rekomendasi hasil penyelidikan geologi lingkungan oleh Kementerian ESDM, kawasan tersebut menjadi prioritas untuk dilindungi dan dikelola.

Pengelolaan tersebut diantaranya sebagai kawasan lindung geologi (cagar alam geologi), laboratorium alam, obyek geowisata, dan kawasan pertambangan karena berpotensi mengandung migas, yodium dan bahan bangunan konstruksi/industri.

“Pemkab juga sangat peduli terhadap korban masyarakat lumpur Lapindo seperti memberikan bantuan kerja kepada UMKM, pelatihan dan bantuan peralatan service sepeda motor kepada pemuda putus sekolah, pemberdayaan dan pengembangan ekonomi lokal,” pungkas Siswojo.(rm)

Share |
Belum ada komentar untuk berita ini
  • Nama
  • Email (email akan dirahasiakan)
  • Website / Blog
  • Komentar
  • Kode
  •  Reload Image

Berita Terkini

[Indeks]

Senin, 17 Juni 2013 | 16:38

Muhaimin Yakin Kenaikan BBM Tak Berdampak PHK Massal

Jakarta, InfoPublik - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar yakin dan optimis kenaikan harga bahan bakar minyak tidak akan berdampak pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap para pekerja.

Berita Populer

[Indeks]

Besok 585.789 Peserta SBMPTN Ikuti Ujian Tulis

Jakarta, InfoPublik - Ketua Panitia SBM PTN Akhmaloka mengatakan, sebanyak 585.789 pelamar seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) bersaing masuk kampus negeri melalui ujian tulis mulai besok pagi (18/6).

Kenal Indonesia


Danau Maninjau berada di kabupaten?

jawab »