Jakarta, InfoPublik – Sebanyak 1.705 siswa SMK di Kabupaten Toraja terpaksa harus mengulang Ujian Nasional (UN) lanjutan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris pada Selasa, 24 April 2012. Hal ini dilakukan karena pada pelaksanaan UN hari kedua di kabupaten tersebut terjadi kesalahan distribusi soal listening Bahasa Inggris.
“Dalam ujian lanjutan tersebut, 1.705 peserta UN hanya harus mengerjakan sisa 15 soal listening dari total 50 nomor soal. Jadi, ini ujian yang tersisa yang dihentikan karena soalnya bukan susulan," jelas Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusumah, didampingi Kabalitbang Kemdikbud Khairil Anwar Natadipuro, Irjen Kemdikbud Haryono Umar, dan Kapus Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemdikbud Ibnu Hamad, di Kemdikbud Jakarta, Kamis (19/4).
Sementara itu, Kabalitbang Kemdikbud Khairil Anwar Natadipuro mengemukakan selama pelaksanaan UN ada 837 pengaduan yang masuk. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pengaduan yang masuk per 13 April sampai dengan Kamis (19/4) pukul 12.00 WIB. Dari pengaduan itu, jumlah tertinggi merupakan isu kecurangan.
“Semua pengaduan akan ditindak lanjuti, salah satu pengaduan yang sudah ditindak lanjuti adalah laporan dari SMK Tana Toraja Sulawesi Selatan naskah listening untuk kaset Bahasa Inggris SMK tertukar naskah listening untuk SMA,” jelasnya.
Sedangkan bagi siswa yang mengalami sakit, katanya, juga bisa mengikuti ujian susulan di Senin (23/4) depan, jika sampai hari ujian susulan pun masih belum dapat mengikutinya, maka siswa dapat mengikuti Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK). Jika masih sakit, baru ikut ujian tahun depan.
Mengenai usulan agar Kemdikbud mengkaji masukan agar soal UN tidak lagi dengan pilihan ganda tetapi dalam bentuk esay dan sejenisnya, menurutnya masih sulit dilakukan mengingat teknis pemeriksaan soal UN dari 2,5 juta peserta UN.(dry)