Terjebak di Kabul, Kondisi Empat Wartawan Indonesia Aman
Oleh Yudi RahmatSenin, 16 April 2012 | 16:56
Jakarta, InfoPublik - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa empat wartawan Indonesia yang terjebak dalam serangan sporadis yang dilakukan gerilyawan Taliban di Kabul Afghanistan, saat ini dalam kondisi aman dan berada di hotel yang berjarak kira-kira 100 meter dari KBRI Kabul. "Empat wartawan Indonesia tersebut tiba di Kabul 10 April 2012 untuk memberikan pelatihan bagi staf Kementerian Antinarkoba Afghanistan dalam kerangka Colombo Plan, terjebak situasi perang di Afghanistan,” kata Jurubicara Menlu RI, Michael Tene Jubir melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/4). Menurut Tene, empat wartawan Indonesia yang terjebak di Kabul, Afghanistan, atas nama M Farhan, Mohamad Sidiq, Heka Irawan dan Asep BS. Tene, menjelaskan Menteri Luar Negeri RI telah menghubungi Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) di KBRI Kabul dan berbicara langsung dengan salah satu wartawan Indonesia atas nama M. Farhan. Sesuai pembicaan Menlu RI dengan KUAI dan salah satu wartawan Indonesia dimaksud, diperoleh informasi bahwa kondisi empat wartawan Indonesia saat ini dalam kondisi aman dan berada di hotel yang berjarak kira-kira 100 meter dari KBRI Kabul. Menlu RI telah menginstruksikan KUAI di Kabul untuk memberikan perlindungan dan memastikan keamanan empat wartawan Indonesia termasuk memfasilitasi rencana kepulangan mereka ke Indonesia via Dubai pada hari ini tanggal 16 April 2012 jam 16.00 WS. Selain itu, KUAI juga telah diinstruksikan agar menghubungi Kemlu Afghanistan agar memberikan perhatian dan perlindungan terhadap empat wartawan Indonesia tersebut. "Kemlu juga hari ini telah menghubungil Dubes Afghanistan di Jakarta untuk dapat memberikan perlindungan keselamatan dan keamanan bagi empat wartawan Indonesia di Kabul hingga kepulangannya ke Indonesia," ujar Tene.(rm)
Berita Terkini
[Indeks]
Sabtu, 18 Mei 2013 | 18:06
Seminar dan Workshop Matematika Kreatif Bagi PAUD
Sorong, Infopublik – Pelajaran Matematika merupakan salah bidang studi yang sangat penting selain mata pelajaran lainnya, tapi tidak semua siswa menyukai pelajaran tersebut dan bahkan merasa seolah-olah sangat ditakuti ketika berhadapan dengan sejumlah materi dari pelajaran tersebut.

