Jakarta,
InfoPublik - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangng, Senin (30/4), menerima Pengurus Persatusan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Ketua PSSI Djohar Arifin, Wakil Ketua Farid Rahman dan Sekjen Tri Goestoro bergantian melaporkan pertemuan pertama dengan Tim Task Force AFC yang telah dilakukan Selasa (24/4) pekan lalu di JW Marriot Kuala Lumpur.
Usai Djohar memberikan garis besar pertemuan dengan Tim Task Force, penjelasan dilanjutkan Farid. Dalam pertemuan itu, Task Force beranggotakan Wakil Presiden AFC HRH Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif FIFA dan AFC Dato Worawi Makudi, serta dua lainnya Sekjen AFC Dato Alex Sossay, dan Kepala Asosiasi dan Hubungan Internasional AFC James Johnson.
Adapun masing-masing perwakilan yang diutus oleh kedua kubu yang saat ini terus berseteru adalah Wakil Ketua PSSI Farid Rahman dan Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI Tri Goestoro dari kubu PSSI Djohar. Sedangkan PSSI pimpinan La Nyalla, diwakili CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dan Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI pimpinan La Nyalla, Hinca IP Panjaitan.
Task Force menekankan agar persoalan dualisme kompetisi di Indonesia diselesaikan paling lambat pada Jumat 15 Juni 2012.
Menpora mengapresiasi pertemuan itu. Dia mengatakan bahwa berapapun kompetisi yang ada di Indonesia harusnya tidak masalah selama masih berada dalam PSSI. "Mau satu atau dua selama masih di bawah PSSI tidak masalah," ujar Menpora.
Dalam keterangan pers usai pertemuan itu Menpora juga mengatakan bahwa pemerintah mengakui satu PSSI yang diakui FIFA. "Selama ini FIFA mengakui PSSI yang dipimpin Pak Johar. Kalau FIFA berubah, pemerintah menyesuaikan diri," ucapnya.
Selain itu, Menpora mengatakan bahwa dirinya akan mendorong dan berupaya agar apapun hasil yang diputuskan dalam Task Four dapat diterima semua pihak. "Kami dari pemerintah akan mendorong terus proses itu, apapun langkah yang telah ditetapkan dapat diterima oleh semua
stakeholder, walau kami tetap menjaga diri agar tidak intervensi," tandas Menpora.
Menpora berharap, pertemuan itu merupakan upaya untuk memberikan masa depan terbaik bagi putra-putra bangsa.
Sementara itu, Johar mengatakan bahwa akan menerima apapun keputusan Task Force. "Demi Merah Putih, kami akan taat dan patuh, demi kebaikan sepakbola ke depan," ujarnya.
Menpora didampingi Staf Ahli Tunas Dwidharto, Staf Khusus Faisal Abdullah dan Ivana Lie.(dry)